Label

Tampilkan postingan dengan label Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2013

Aku Jadi Anak Kost :o

Tidak terasa 8 bulan sudah saya jadi anak kost. kalau ditanya suka-duka udah lumayan banyak. Yah mungkin bagi yang udah bertahun-tahun nge-kost udah paham banget lah yah. sebagai newbie anak kost mungkin saya akan terlihat sedikit sok tahu hehe. Tapi tetep saya mau coba runtut satu persatu. Mulai dari cerita anak kost yang mesti jago mengelola keuangan alias rajin makan mie instant atau makan pake kuah (doang) nasi padang hehe~ Anak kost jenis irit sih gak selalu berlaku. Apalagi kalau yang nge-kost udah kerja ya jadi gak ada cerita sedih penghematan ala anak kost hoho. Kecuali hoho mungkin para pegawai diperbantukan kali yaa. :"| mungkin. (pegawai diperbantukan: pegawai yg belom dapet gaji yg sebenernya dan baru dapet honor alakadarnya dan kerjanya bantu-bantu tanpa jobdesk yg jelas<< kok jadi curhat)

Inspirasi saya nulis ini adalah kejadian di kost tadi pagi yang cukup bikin emosi. Sabar-sabar mel :))
Oke mari kita runtut satu persatu, siapa tau tulisan saya bisa menjadi cerminan dan "kira-kira begitulah" bagi yang mau nge-kost :D atau bisa juga dijadikan bahan koreksi diri bagi yang udah ngekost.

Oke mari kita mulai dari dukanya:

1. Senior Kost yang Super Duper Gualak
Jadi nih yaa ternyata yang namanya senioritas itu gak cuma ada di sekolahan loh. Di kost-kostan juga. Nah para penghuni lama ya gak semua juga sih, biasanya memandang dengan mata setengah terpicing sambil berkata dalam hati mereka "heh elo anak baru.. gue anak lama. hebat bukan?!! ini wilayah kekuasaan gueh! ngertos?!" hahaha begitu kira-kira. :))

2. Tragedi Jemuran
Nah berhubung yang namanya kost-kostan penghuninya biasanya banyak, dan tempat menjemur pakaian terbatas, seringkali di kostan itu terjadi yang namanya tragedi jemuran. Dan parahnya tragedi jemuran ini yang paling sering menyebabkan pertengkaran hebat di kost-an saya. 

a) Tragedi Jemuran 1
         Awal-awal saya and the gank nge-kost di kostan tersebut (ribet :p) kami gak nyangka kalau sensitivitas penghuni kostan akan wilayah kekuasaan jemuran amat signifikan terhadap psikologic dari penghuni lainnya. Dimalam yang sunyi itu tiba-tiba terjadi kehebohan. Seorang senior kost mendobrak kamar saya ketika saya tengah asyik berbaring (oke lebay sebenarnya pintunya terbuka dan dia langsung masuk=.=)
"Bilangin ya sama temen2 lo!! kalo jemuran udah kering tuh langsung diangkat!! Tau gak? gue sampe laundry2 gara-gara jemuran penuh terus!!"
Saya yang berbaring cuma bisa bengong dan berkata "oke"
        Saya pun segera berlari ke kamar temen-temen saya dan  menyampaikan pesan dari kakak itu. Temen2 saya bukannya segera mengangkat jemuran, mereka malah meringkuk ketakutan karena yang "mendobrak" kamar kost saya itu adalah *jengjeng suara drum* ratunya senior kost yang paling gualak.
Kemudian si ratu senior kost berteriak bak petir yang membuat ringkih yang mendengarnya
"KALO GAK DIANGKAT JUGA,, GUE LEMPAR-LEMPARIN NIH SEMUANYA KE JALAN!!!"
Bukannya berlari ke jemuran kami malah semakin meringkuk di satu kamar. Dan saya malah tertawa-tawa geli tidak tertahan tapi juga terlalu takut keluar untuk menanggapi "awkward momment" seperti itu.
Beberapa saat kemudian kami menemukan jemuran kami sudah tergeletak lemah tidak berdaya di depan tangga menuju jalan keluar kostan.  :")

b) Tragedi Jemuran 2
Yang namanya senior kost biasanya mereka sudah solid dan menjadi satu geng.  Dan di suatu malam yang lagi-lagi sunyi, terjadi Tragedi Jemuran yang menyebabkan geng senior kost pecah kongsi. hihi *eh
Ya lagi-lagi karena permasalahan jemuran yang saya juga gak tau permasalahan mereka yang sebenarnya bagaimana. Seketika kami menjadi saksi mata tragedi mereka berkejar-kejaran sambil teriak-teriak heboh. Kemudian dilanjutkan dengan aksi gedor-gedor pintu yang sungguh dramatis dan diakhiri dengan Bapak kost yang akhirnya melerai dan menenangkan tragedi jemuran malam itu. -__-

c) Tragedi Jemuran 3,4,5,6,7,8,.......100
Ini nih tragedi rutin tapi masi bisa di sabar-sabarin :))
Jemuran yang berpindah-pindah secara ajaib. Padahal yah setiap orang memiliki tujuannya masing-masing menentukan letak dimana yang baik dan benar dalam menjemur. Misalnya diletakkan ke pinggir dekat udara luar, itu karena ingin cepat kering karena udah gak ada pakaian bersih lain lagi misalnya -_-"
Atau diletakkin di pojok, itu karena mau ditinggal pulang kampung misalnya. Yagitudeh.

Pesan Moral: Saling menghormati dan menghargai. Kalau jemuran kering cepet-sepet diangkat. Jemuran yang bukan jemuran kita jangan dipindah2in sembarangan sampai-sampai si empunya bingung dimana pakaiannya berada. Seperti maen tak umpet dengan jemurannya gitu.

3) Tragedi Kamar Mandi

Ini nih yang menginspirasi saya nulis berbagai duka di kost2an. Jadi ceritanya tadi pagi itu saya mau mandi, tapi ternyata kamar mandi favorit saya sudah ada peralatan mandi, air  keran dibuka, dan handuk tergantung disana which is mean udah "di tekin" (ngerti kan yah di tek'in? apa yah bahasa Indonesianya? ya di tek'in -_-"
oke mungkin saya bisa melakukan kegiatan bermanfaat lainnya (nyetrika) sembari menunggu sang "pengetek" (gaenak banget nyebutnya hahah) memutuskan untuk mandi dan nungguin sampe ia selese. dan apa yang terjadi saudara-saudara? selesai saya nyetrika keadaan kamar mandi masih sama seperti saya belom nyetrika kecuali aer di ember yang udah luber kemana-mana dikarenakan sang "pengetek" belum masuk juga. Ampun saya cuma bisa bilang Astaghfirullah.
Pesan Moral: banyak hal yang bisa dilakuin di kamar mandi sekalipun aernya belom penuh kan? sikat gigi bersihin muka, dll, dll. wasting time banget "tek-tek-an" kayak gitu. . Apalagi yang namanya pagi-pagi semua orang mau mandi. Kalau malem2 ya terserah mau ngetek semalem suntuk asal gak keinget sama orang yang kekeringan di wilayah NTT sana. Kalau belom siap lahir batin buat mandi ya jangan menghalang-halangi orang lain buat mandi. (agak frontal ya tapi demi kemaslahatan umat dan mengurangi orang lain berucap Astaghfirullah kepada Anda ada baiknya mengikuti saran saya^^)

4) Tragedi Tamu-Tamu Annoying

Yang namanya kostan cewek ya isinya cewek semua. dan hal paling annoying yang dateng adalah cowok!! of course annoying banget. Apalagi saya and the gank yang memakai jilbab dan kalau dikostan tampil apa adanya pake baju rumah mesti lari terbirit birit sampe terpeleset-terpeleset setiap kali ada tamu cowok dari senior kost. Errgh. 
Pesan Moral: Yang punya pacar daripada bawa-bawa pacar ke kost mulu lebih baik Nikah ajalah terus ngontrak sendiri. Gitu kan enak kalian senang orang lain pun pun tenang :)) Rugi banget lah kita yang udah berusaha ngejaga aurat malah harus diliat sama pacar orang. eww. :(

Nah begitulah berbagai hal yang bisa terjadi di kost-kostan. intinya saling mengharagai satu sama lain. udah itu aja kalau Sukanya? banyaaak juga karena tinggalnya sama sohib-sohib saya yang unyu-unyu ntar deh dilanjut di tulisan saya part selanjutnyaaa. :))

* Cerita ini dipersembahkan untuk teman-teman seperjuangan kost-an di Rawamangun (Maret 2012 s/d Desember 2012 saat masih ccpns di kantor pusat) Oryza, Dien, Ayuk, dan Dien miss you all ^_^
 
 
-November 2012-

Senin, 17 Desember 2012

Teruntuk Pegawai Diperbantukan


Terkadang kita mengeluh kenapa proses pengangkatan ini begitu lama. Kita Menunggu. Iya Menunggu dan menunggu dengan segenap kesabaran ditemani berbagai harapan-harapan yg terkadang palsu dan isu-isu silih berganti yang bikin jiwa tidak tenteram.

Menunggu.
Sebuah kata yang begitu menjemukan.
Masih menunggu. Ya mungkin sebagian dari kita sudah mulai merasa nyaris tidak sanggup. Karena berbagai himpitan dari berbagai faktor. Rasanya masa menunggu ini menjadi lamaaaaa sekali.

Tapi coba kita lihat sekitar kita.
Ibu-Ibu berbaju oranye yang menyapu pinggir-pinggir jalanan kota penuh debu.
Bapak-bapak mendorong-dorong gerobak sampahnya sambil sesekali mengangkut sampah basah dan kering dari tong sampah milik warga..
Anak-anak menyanyi alakadarnya meloncat dari satu bis ke bis lainnya tanpa alas kaki.
Preman-preman berbaju kusam menyanyi sambil meminta uang dengan kalimat agak mengancam.
Para pemuda yang menggali tanah di sepanjang jalan untuk perbaikan kabel listrik dan telepon dengan baju penuh tanah merah basah.
Para kuli bangunan yang membangun perumahan dibawah terang benderang teriknya matahari yang membakar kulit hingga legam. 
Adakah yang mereka tunggu??
Apakah mereka menunggu untuk menjadi pegawai negeri di instansi yang begitu terhormat ini??
Jawabannya adalah TIDAK.
Mereka hanya menunggu upah hasil kerja keras hari itu  untuk dapat mengisi perut mereka.

Bandingkan dengan kita. Betapa mewah penantian kita yang dengan suasana dingin AC dikantor sementara kita, sembari menggunakan internet kantor, serta bekerja yang sementara bisa kita kerjakan dengan baju yang rapih. Menunggu peresmian diri kita menjadi seorang pegawai negeri Kementerian Keuangan. Mereka tidak menunggu seperti kita. 

Jadi berapa beruntungnya kita. Menunggu. Menunggu sesuatu yang Insya Allah pasti dan indah.
Betapa kita harus bersyukur ada sesuatu yang kita tunggu.

Kemudian hati kecil ini berontak
"Yah kita kan nunggu hasil kerja keras kita sendiri"

Tapi, merekapun yang tertatih-tatih di jalanan penuh debu dan bau keringat itu juga ingin kok bekerja keras. Seandainya mereka punya kesempatan pasti mereka mengangguk untuk belajar secara formal dengan semangat.

Kemudian hati kecil ini ada yang berontak lagi:
"Yah daftar sekolah dong, kuliah kek, kan ada tuh kuliah gratis, kita aja begitu"
Nah itulah beruntungnya kita. Kita punya informasi yang pada akhirnya bisa membuat kita tahu ada kampus seindah itu. Seindah STAN.

Kemudian sudut hati kecil ini ada yang berontak lagi:
"Kita juga kan udah bersaing penuh perjuangan, bersaing dengan ratusan ribu orang untuk bisa diterima di kampus impian itu, diseleksi alam pula tiap semester ada sistem Drop Out , wajarlah"

Nah sekali lagi itulah beruntungnya kita. Kita dianugerahi otak yang Alhamdulillah mungkin lebih, selain itu kita punya lingkungan dan keluarga yang mendukung dan memberi semangat.

Mereka juga ingin. Ingin sekali. Tapi mereka tidak tahu. Mereka tidak memiliki akses terhadap informasi itu. Kalaupun mereka punya otak yang cerdas mereka tidak berkembang karena kurang dukungan dari lingkungan. MEREKA TIDAK SEBERUNTUNG KITA.

Jadi betapa kita harus sadari, kita adalah sekumpulan orang-orang yang begitu beruntung.
Kita teramat beruntung.
Beruntung menunggu sesuatu yang cukup pasti akan menjamin hidup kita kedepannya. 
Sampai kita tua kelak. Insya Allah.
Cukup mengeluhnya.
Bersabarlah kawan.
Sungguh Allah telah begitu baik kepada kita dan membuat kita menunggu sampai titik ini.
Kita adalah sekumpulan manusia-manusia yang menjunjung rasa syukur setinggi-tingginya karena kita masih punya sesuatu yang kita tunggu. Terma kasih ya Allah atas penantian yang indah, adem, dan mewah ini. Alhamdulillah.

Sabtu, 15 Desember 2012

Penempatan Definitif

Mungkin orang-orang yang tidak memilih jalan hidupnya untuk menjadi seorang abdi negara tidak akan bisa merasakan deg-deg serr nya detik-detik penempatan.

Jantung ini rasanya mau copot tiap ada yg bilang "malam ini pengumuman!" Huaah dan ternyata gak ada pengumuman. Lega rasanya -_- Yap! pengumuman menjadi hal yg sangat marak isu. Tanggal segini tanggal segitu. Hari ini. Besok. Malam ini. Tapi nyatanya Zonk! dan saya bersyukur :)

Penempatan ini sebenernya ditunggu-tunggu, dinanti-nanti. Tapi mungkin saya sedang berada di zona nyaman dan merasa tidak siap untuk keluar dari zona itu. Jadi saya senang kalau pengumumannya ditunda-tunda *dijitak anak seangkatan*

Orang luar sih dengan santainya  cuma bisa bilang..
"Ooh kapan nih penempatan?"
"Seluruh Indonesia ya?"
"Kalimantan atau Papua nih? *sambil terkekeh*"
"Enak lah jalan-jalan dulu mumpung masih muda"
Yah begitulah memang kalau gak merasakannya sendiri. 

Bahkan waktu kakak kelas kami penempatan pun, kami belum kepikiran. Santai kayak dipantai. Cuma berkata "Oh kak blabla penempatan disana" "Oh kak Blibli penempatan disitu" "Oh kak bleble penempatan di sono jauh amat ya, cemungudh" (dengan muka datar atau sok simpati) :))

Jangankan melihat kakak kelas, melihat diri kami sendiri saja kami santai. Dulu. Waktu kami menandatangani kertas bermaterai 
'siap ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia'
 Tanpa pikir panjang, kami tanda tangan saja sambil cengengesan.

Dan sekarang, saat kami dihadapkan dengan momen-momen penempatan. Disaat kami melihat dengan mata kepala kami sendiri teman-teman satu angkatan, sahabat-sahabat mulai berangkat satu persatu ke daerah asing bahkan sama sekali asing. Nama-nama tempat yang kami pikir hanya sekedar pelajaran hapalan IPS waktu SD. Ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan ini. Rasanya seperti tercekat melihat mereka menulis status di media sosial yang berisi salam perpisahan. Ya teman-teman dari BPKP memang sudah terlebih dahulu pengumuman penempatan dan tidak ada pilihan bagi mereka selain di Luar Pulau Jawa. . . . .

Seandainya diizinkan memohon.
"Tak bisakah kami tetap dekat dengan orang-orang tersayang?? Kami janji kami tidak akan korupsi. :) "
Apa hubungannya dengan korupsi?hehe~ Korupsi itu mutlak tidak boleh ada. Tapi sepertinya itu gak mungkin Indonesia butuh kalian. Butuh kita. Permasalahannya adalah pemerataan dan kebutuhan atas pegawai. 

Wajar kan yaa galau? Walaupun ada temen saya yang bilang "Toh bukan mau pindah keluar angkasa ini" Yah mungkin dia ngomong gitu juga sedang berjuang melawan kegalauannya" :p  *tetep*
Masalahnya disana itu bukan sehari dua hari broo bukan seminggu dua minggu tapi beberapa tahun kedepan dan entah kapan kembali lagi. 

"Berharap yang terbaik bersiap untuk yang terburuk" 
Tapi Insya Allah di dunia ini gak ada yang terburuk selama kita masih punya Tuhan di hati kita. masih punya Allah.

Semangat untuk kita semua. :|