Senin, 04 Juni 2012
SAMAPTA TIGA 2012 DIMULAI
Pagi yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga.. 11 April 2012 saya dan teman teman dengan segala kerempongan >,< membawa tas besar, koper, tas ransel berisi ini dan itu keperluan samapta, berangkat dengan gagah berani ke Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melapor. Dengan tertatih-tatih penuh beban (lebay :P) kami pun memasuki gerbang yang akan mengkerangkeng kami selama 5minggu selanjutnya. hahaha
Memasuki gerbang mulai terlihat beberapa bapak2 yg mengenakan seragam Kopassus lengkap dengan topi merahnya. diatas podium terlihat seorang kopassus berbadan sangat besar sedang melotot dan mengencangkan dagu memperhatikan kami. nyali saya langsung ciut "alamak gimana ini wow itu pelatihnya??" bisikku dalam hati :o.
Rabu, 04 April 2012
Samapta Bea Cukai I'm coming ^^"
H-7 SAMAPTA BEA CUKAI
APASIH SAMAPTA ITU??
saya pun masih kurang paham karena saya belum familiar dengan kata tersebut,nahloh? hehe.. setahu yg saya dengar dari teman-teman dan searching internet, samapta itu semacam pelatihan atau diklat yg berhubungan dengan fisik untuk pembentukan karakter, disiplin, pengetahuan senjata,dsb. Senjata? wah militer dong?? :o
ohya yang melatih di kegiatan samapta bea cukai ini biasanya adalah bapak-bapak dari Kopassus. WOW~
Menurut info dari berbagai sumber Diklat Samapta yang akan berlangsung selama 5 minggu(12 April 2012 s.d. 16 Mei 2012) ini akan "sangat seru sekali" maka dari itu sayang sekali rasanya kalau saya tidak mengabadikannya kegiatan-kegiatan yg katanya "sangat seru sekali" itu. Akhirnya saya memutuskan untuk mengabadikannya lewat tulisan di blog ini(hehe newbie nih ^^)
Namun ternyata saat samapta nanti para peserta dilarang membawa alat komunikasi apapun, jadi semacam di karantina gitu. Semoga nanti saya tetap bisa mengingat ingat jangkal demi jengkal kegiatan "seru" yg saya dan teman-teman hadapi nanti. Amiin. Insya Allah setelah selamat dari samapta saya akan berbagi cerita lagi dengan jari-jari yg mungkin sudah lebih kekar dari sekarang :D
Sebenernya sih antara degdegan, harap-harap cemas, saya dan teman2 yg cantik-cantik dan lemah gemulai ini --" harus siap menghadapi samapta ini yg tinggal hitungan hari dimulai. Kenapa saya bilang cantik cantik? karena yg akan menghadapi samapta pada periode ketiga tahun 2012 ini terdiri dari 150 peserta, dimana 55 orang adalah teman-teman saya yg berasal dari Prodip akuntansi STAN yg keseluruhannya PEREMPUAN. Tidak pernah terlintas di benak kami para Perempuan-Perempuan STAN nan anggun ini mendapat penempatan di Ditjen Bea dan Cukai yg notabenenya biasanya hanya menarik para lelaki untuk dijadikan pegawai. hahaha tapi walaupun demikian sekarang kami mulai terbiasa dan bersyukur serta bangga ditempatkan di Ditjen Bea Cukai yg penuh dengan semangat Korsa. Apa itu korsa? nah katanya sih kami akan lebih paham korsa setelah samapta ini.
OKAYY back to samapta...
Sejak pengumuman dan turunnya surat tugas Samapta sekitar H- 3minggu dari Samapta, Kami mulai dipersiapkan untuk kegiatan yg kabarnya tak akan pernah terlupakan seumur hidup ini. waah. Kami mulai diberi kertas untuk mengisi ukuran pakaian Dinas Luar (PDL)yang terdiri dari baju, celana, dan sepatu. Dengan sangat mendadak karena kertas itu harus dikumpulkan hari itu juga, saya dan teman saya langsung mengukur bagian2 tubuh kami itu dengaaan hahaha >>kabel dan penggaris :P YAH mau gimana lagi demi kenyamanan kami tidak mau asal-asalan menentukan ukuran.
Tidak lupa kami juga berlatih masing-masing untuk menghadapi samapta. Begitu pula dengan saya, mulai dari sit up (yg awalnya bikin keram perut), push up(tangan masih susah nekuk--"), jogging, loncat-loncat, guling-guling dan tidak lupa persiapan mental dengan cara sering-sering melihat foto-foto samapta angkatan sebelumnya. hahaha walau terkadang malah bikin tambah shock :o
sedikit bayangan untuk samapta ini foto-foto samapta angkatan sebelumnya :o
Nah kalau yang ini hasil dari penggemblengan samapta:
NAH keren kaan?? Semoga kami semua lancar menghadapi semua kegiatan ini ... Amiin.. :") SIAAPPP
APASIH SAMAPTA ITU??
saya pun masih kurang paham karena saya belum familiar dengan kata tersebut,nahloh? hehe.. setahu yg saya dengar dari teman-teman dan searching internet, samapta itu semacam pelatihan atau diklat yg berhubungan dengan fisik untuk pembentukan karakter, disiplin, pengetahuan senjata,dsb. Senjata? wah militer dong?? :o
ohya yang melatih di kegiatan samapta bea cukai ini biasanya adalah bapak-bapak dari Kopassus. WOW~
Menurut info dari berbagai sumber Diklat Samapta yang akan berlangsung selama 5 minggu(12 April 2012 s.d. 16 Mei 2012) ini akan "sangat seru sekali" maka dari itu sayang sekali rasanya kalau saya tidak mengabadikannya kegiatan-kegiatan yg katanya "sangat seru sekali" itu. Akhirnya saya memutuskan untuk mengabadikannya lewat tulisan di blog ini(hehe newbie nih ^^)
Namun ternyata saat samapta nanti para peserta dilarang membawa alat komunikasi apapun, jadi semacam di karantina gitu. Semoga nanti saya tetap bisa mengingat ingat jangkal demi jengkal kegiatan "seru" yg saya dan teman-teman hadapi nanti. Amiin. Insya Allah setelah selamat dari samapta saya akan berbagi cerita lagi dengan jari-jari yg mungkin sudah lebih kekar dari sekarang :D
Sebenernya sih antara degdegan, harap-harap cemas, saya dan teman2 yg cantik-cantik dan lemah gemulai ini --" harus siap menghadapi samapta ini yg tinggal hitungan hari dimulai. Kenapa saya bilang cantik cantik? karena yg akan menghadapi samapta pada periode ketiga tahun 2012 ini terdiri dari 150 peserta, dimana 55 orang adalah teman-teman saya yg berasal dari Prodip akuntansi STAN yg keseluruhannya PEREMPUAN. Tidak pernah terlintas di benak kami para Perempuan-Perempuan STAN nan anggun ini mendapat penempatan di Ditjen Bea dan Cukai yg notabenenya biasanya hanya menarik para lelaki untuk dijadikan pegawai. hahaha tapi walaupun demikian sekarang kami mulai terbiasa dan bersyukur serta bangga ditempatkan di Ditjen Bea Cukai yg penuh dengan semangat Korsa. Apa itu korsa? nah katanya sih kami akan lebih paham korsa setelah samapta ini.
OKAYY back to samapta...
Sejak pengumuman dan turunnya surat tugas Samapta sekitar H- 3minggu dari Samapta, Kami mulai dipersiapkan untuk kegiatan yg kabarnya tak akan pernah terlupakan seumur hidup ini. waah. Kami mulai diberi kertas untuk mengisi ukuran pakaian Dinas Luar (PDL)yang terdiri dari baju, celana, dan sepatu. Dengan sangat mendadak karena kertas itu harus dikumpulkan hari itu juga, saya dan teman saya langsung mengukur bagian2 tubuh kami itu dengaaan hahaha >>kabel dan penggaris :P YAH mau gimana lagi demi kenyamanan kami tidak mau asal-asalan menentukan ukuran.
Tidak lupa kami juga berlatih masing-masing untuk menghadapi samapta. Begitu pula dengan saya, mulai dari sit up (yg awalnya bikin keram perut), push up(tangan masih susah nekuk--"), jogging, loncat-loncat, guling-guling dan tidak lupa persiapan mental dengan cara sering-sering melihat foto-foto samapta angkatan sebelumnya. hahaha walau terkadang malah bikin tambah shock :o
sedikit bayangan untuk samapta ini foto-foto samapta angkatan sebelumnya :o
Nah kalau yang ini hasil dari penggemblengan samapta:
NAH keren kaan?? Semoga kami semua lancar menghadapi semua kegiatan ini ... Amiin.. :") SIAAPPP
Senin, 10 Januari 2011
Busway Ooh Busway
Yaaa Bus Transjakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Busway merupakan fasilitas transportasi yang sudah sekitar 6 tahun ini yaitu sejak tahun 2004 melanglang buana di ibu kota. Namun demikian, saya yang merupakan warga yang cukup dekat dengan ibukota, yaitu warga Tangerang Selatan belum juga sempat mencicipi fasilitas Busway yang menurut desas desus murah, nyaman dan cepat ini, yah walaupun ada juga segelintir orang yang justru menyorot kekurangan-kekurangan fasilitas bus raksasa berkapasitas 80 orang ini.
Sampai akhirnya…
Pada liburan pergantian semester yaitu sekitar bulan Maret 2010. Yaaa akhirnya saya naik Busway.. Hore hore hahaha
Sedikit cerita tentang tujuan saya naik Busway untuk pertama kalinya adalah saya harus mengambil tiket untuk menonton salah satu acara di salah satu Televisi Swasta sebut saja namanya RCTI, hehehe. Adik dan teman-teman adik saya ingin sekali menonton acara itu mereka ingin bertemu idolanya secara langsung, sebenarnya saya juga berminat karena kebetulan ada peserta dari acara tersebut yang satu daerah alias satu kampung asal dengan saya. Jadi yaa dengan senang hati dan sedikit linglung karena sebelumnya belom pernah menjelajahi kota Jakarta sendirian, saya dan adik saya pun mengambil tiket nonton tersebut.
Menurut beberapa teman untuk mencapai kantor RCTI di Kebon Jeruk dari daerah tangerang Selatan, kita bisa naik busway dari Lebak Bulus. Saya yang tidak mengerti tentang koridor busway sama sekali akhirnya berangkat kearah Lebak Bulus, saya lupa waktu itu hari apa, namun yang pasti hari itu hari kerja sekitar pukul 1 siang. Sesampainya di terminal Lebak Bulus, seperti yang telah digambarkan teman ada sebuah halte Busway.
Sesampainya di Halte, saya dan adik saya langsung berjalan ke arah pembelian karcis. Tempat pembelian karcis ini seperti ruangan kecil berjendela kaca yang terdapat lubang untuk berinteraksi antara penjaga karcis dan pembeli. Penjaga karcis yang adalah wanita berusia sekitar 30 tahunan ini tersenyum ramah, 2 karcis 7000 rupiah, katanya. Karena saya tidak mengerti apa-apa tentang busway dan seluk beluk kota Jakarta saya bertanya apa benar Busway disini melewati Kebon Jeruk, dan dia memastikan ya dengan nada sangat sopan dan ramah. Untuk dapat memasuki halte, setelah membeli tiket (Single Trip) biasanya calon penumpang harus memasukkan tiket ke mesin pemeriksa tiket (atau biasa disebut barrier), setelah itu secara otomatis pintu palang tiga di barrier dapat berputar dan dilewati calon penumpang.
Sambil menunggu Busway saya melihat sekeliling, simple dan bersih, ditambah lagi para pegawai busway di halte tersebut yang sangat ramah dan murah senyum
Wow kesan yang cukup baik untuk pengalaman pertama saya di halte Busway.
Dalam waktu singkat, Busway pun datang, pintu Busway terbuka kami disambut oleh seorang kondektur bertubuh tegap dan berbaju rapi dari dalam busway. Happp saya dan adik saya pun naik kedalam Busway kami bebas memilih tempat duduk. kebetulan penumpang yang hendak naik tidak terlalu banyak. Kami pun memilih duduk didekat sopir agar mudah bertanya-tanya tentang daerah tujuan kami.
Ruangan di dalam Busway sangat nyaman walaupun tempat duduk tidak mengarah kedepan tetapi menyamping di sisi kiri dan kanan bus. Mungkin karena kursinya empuk dan ada batas perorangan maksudnya tidak lurus saja seperti papan. Selain itu juga adanya Air Conditioner (AC) yang menambah nyaman perjalanan saya pada pukul 1 siang tersebut.
Supir busway Transjakarta memang beda. Tampilannya cukup keren. Seragam celana hitam dan hem putih, lengkap dengan jas dan dasi, baik laki-laki maupun perempuan. Sang kondektur juga sangat ramah setiap ada penumpang masuk bus, ia menyambutnya dengan senyuman. Maka saya tidak sungkan sungkan untuk minta tolong diingatkan apabila sudah hampir sampai halte busway Kebon Jeruk.
Diluar perkiraan, ternyata sang kondektur bahkan menyebutkan apa nama halte setiap kali kami berhenti sesaat di setiap Busway, saya dan adik saya berpandang-pandangan lega karena kami berada di bus yang nyaman dan aman.
Itu diatas adalah pengalaman saya naek Busway jurusan Lebak Bulus-Harmoni, yang ternyata akhirnya menjadi rutinitas saya, adik dan teman teman saya pada setiap hari Sabtu dan Minggu setelah itu, karena ternyata kami cukup mujur bisa berkenalan akrab secara langsung dengan peserta ajang pencarian bakat di stasiun TV tersebut, bahkan beberapa kali ikut menemani mereka latihan. Selain itu juga kami mendapatkan banyak teman-teman baru dari berbagai latar belakang yang akhirnya kami terbentuk menjadi komunitas yang cukup solid.
Setelah beberapa kali naik Busway jurusan ini ternyata saya menyadari ternyata tidak semua kondektur melakukan hal yang sama yaitu menyebutkan apa nama halte tempat bus berhenti sejenak. Para penumpang yang belum hapal benar halte-halte pada koridor ini termasuk saya, harus menebak-nebak sudah dimanakah posisi perjalanan kami atau terkadang kami jadi harus mengintip-intip lewat jendela busway dengan mata mencari-cari tulisan nama halte yang tergantung didalam halte.
Terdapat beberapa halte yang dilalui Busway Lebak bulus- Harmoni diantaranya halte Lebak Bulus, Pondok Pinang, Pondok Indah 1, Pondok Indah 2, Tanah Kusir Kodim, Kebayoran Lama Bungur, Pasar Kebayoran Lama, Simprug, Permata Hijau, Permata Hijau RS Medika, Pos Pengumben, Kelapa Dua Sasak, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Kedoya Assiddiqiyah, Kedoya Green Garden, Grogol 2, Tomang Taman Anggrek, Tomang Mandala, RS Tarakan, Petojo, Harmoni.
Saya juga sempat ke Kemayoran menghadiri Acara Grand final acara tersebut, dan tentunya lagi-lagi dengan menumpang busway sahabat kami beberapa bulan terakhir.
Untuk mencapai Kemayoran saya harus naik Busway sampai ke Harmoni setelah itu sampai di Harmoni saya dan rombongan harus menyambung dengan Busway jurusan lain yang ke arah Kemayoran, disini kami agak bingung. Kami mencari loket penjualan karcis berniat untuk beli karcis Busway yang harus kami tumpangi selanjutnya. Dengan ramah penjaga loket berkata kami tidak perlu beli karcis lagi kalo hanya numpang transit cukup dengan karcis sebelumnya kami bisa memilih naik busway jurusan mana saja. Aheeee seperti orang udik kami senyum senyum sendiri meninggalkan loket. hahaha
Nah terbukti, itu artinya Trans Jakarta merupakan sarana transportasi yang sangat murah. Kita dapat berkeliling Jakarta. Bahkan kalau anda gak ada kerjaan akhir pekan, boleh mencoba rute Lebak Bulus – Harmoni – Kota – Harmoni – Pasar Baru – Harmoni – Blok M – Harmoni – Senen – Ancol – Senen – Harmoni – Kalideres– Harmoni – Dukuh Atas – Pulo Gadung biayanya cukup dengan Rp.3.500,00 saja karena bila transit di satu shelter, dan hendak pindah ke Busway koridor lain tidak perlu bayar lagi. Bukan Cuma itu dari pukul 05.00-07.00 harga karcis hanya Rp.2.000,00. Bayangkan berapa biaya taksi yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut bisa ratusan ribu rupiah, atau misal naik angkutan umum lain harus berapa kali repot pindah angkutan dan ongkosnya pasti tetap jauh lebih mahal.
Kebingungan berlanjut mau naek busway jurusan manakah kami selanjutnya untuk mencapai Mall Kemayoran tempat diadakannya acara Grandfinal acara tersebut. Halte alias shelter di Harmoni begitu ramai dan sangat luas terdapat banyak pintu halte yang mengarah ke kiri maupun kekanan dengan berbagai tulisan disisinya, ada Blok M, Pasar Baru, Dukuh Atas, Pulo Gadung, Kota, Kalideres, Senen. Kami kembali bertanya sama mas-mas di shelter, bis mana yang nyambung ke arah Kemayoran, dan dia menunjuk kanan belakang untuk tempat gw mesti menunggu. Karena kami masi keliatan bingung salah satu dari mas-mas shelter pun mengantarkan kami. Betapa baiknya pelayanan para pegawai busway, belum lagi penampilan mereka yang semua yang cukup goodlooking dan cukup keren dengan seragamnya.
Saya juga mengamati jembatan untuk menuju ke halte Busway. Adanya fasilitas ramp ternyata cukup membantu, terutama bagi penyandang cacat. Desain yang sangat memperhatikan pengguna batin saya.Namun demikian, terkaadng yang saya tidak mengerti ada jembatan yang dibuat sangat panjang dan cukup melelahkan untuk akhirnya sampai ke halte.
Itulah pengalaman-pengalaman saya yang cukup menyenangkan selama sekian kali naik busway, kalo lebih teratur atau sepi memang cukup nyaman dan aman, ngga ada pengamen, kalo pencopet? ngga tahu juga yaa :-p
Selain itu juga naik Busway cukup cepat, hanya berhenti di lampu merah dan seperti yang kita tau Busway ini memiliki jalur tersendiri jadi tinggal wus wus wus gak ikutan macet seperti kendaraan disampingnya. Yah walaupun di beberapa titik terjadi juga hambatan akibat ada pengendara lain yang bandel masuk ke jalur Busway
Walaupun demikian saya juga mencoba menyoroti beberapa Kekurangan misalnya Kurang teratur, baik petugas maupun pengguna, mestinya orang yang turun didahulukan dan disediakan jalur tengah, sedangkan yang akan naik jalur kiri dan kanan serong dan harus menunggu setelah orang selesai turun. petugas harus menghitung kapasitas ideal 1 bis, jangan di paksakan.
Arus antrian turun dan naik untuk MRT Singapore : xx = orang turun terlebih dahulu, yy = orang naik setelahnya.
___|xx|___
___|xx|___
yy\ ___/yy
yy_____ yy
Selanjutnya saya tidak tau ini masalah kurangnya armada Busway atau bagaimana tetapi pada jam jam padat seperti jam pulang kantor yaitu pukul 17.00 – 19.00 sore, Busway benar benar penuh sesak dan saya juga beberapa kali berdiri dengan pegangan tangan atas yang cukup bagus namun agak cukup tinggi untuk ukuran saya mungkin, hehe
Seperti yang telah saya tulis diatas salah satu kekurangan Kadal Raksasa ini, tidak semua busway ada petunjuk posisi kita sedang di halte mana dan rute semua jalur buswa, kalo turis ingin memanfaatkan busway gimana donk? nanya ama petugas?
Namun memang ada juga Busway yang dilengkapi fasilitas speaker otomatis yang memberitahukan penumpang dimana posisi saat busway tersebut berhenti di setiap halte, wah asyik kalo semua busway dilengkapi speaker seperti itu, misalnya Busway Harmoni ke arah Kemayoran.
Wah, ternyata disamping berbagai kelebihan dari pelayanan masih yang harus dibenahi dari fasilitas transportasi kebanggaan Jakarta ini. Bukan aja yang di koridor 8, tapi keseluruhannya deh. Masalah armada, sterilisasi jalur, kenyamanan pengguna, fasilitas fisik pendukung dan banyak lagi lah. Kalo masalah pelayanan secara manusia atau pegawai sudah cukup baik saya rasa. Semoga saja lebih ditingkatkan Aminn..
Sampai akhirnya…
Pada liburan pergantian semester yaitu sekitar bulan Maret 2010. Yaaa akhirnya saya naik Busway.. Hore hore hahaha
Sedikit cerita tentang tujuan saya naik Busway untuk pertama kalinya adalah saya harus mengambil tiket untuk menonton salah satu acara di salah satu Televisi Swasta sebut saja namanya RCTI, hehehe. Adik dan teman-teman adik saya ingin sekali menonton acara itu mereka ingin bertemu idolanya secara langsung, sebenarnya saya juga berminat karena kebetulan ada peserta dari acara tersebut yang satu daerah alias satu kampung asal dengan saya. Jadi yaa dengan senang hati dan sedikit linglung karena sebelumnya belom pernah menjelajahi kota Jakarta sendirian, saya dan adik saya pun mengambil tiket nonton tersebut.
Menurut beberapa teman untuk mencapai kantor RCTI di Kebon Jeruk dari daerah tangerang Selatan, kita bisa naik busway dari Lebak Bulus. Saya yang tidak mengerti tentang koridor busway sama sekali akhirnya berangkat kearah Lebak Bulus, saya lupa waktu itu hari apa, namun yang pasti hari itu hari kerja sekitar pukul 1 siang. Sesampainya di terminal Lebak Bulus, seperti yang telah digambarkan teman ada sebuah halte Busway.
Sesampainya di Halte, saya dan adik saya langsung berjalan ke arah pembelian karcis. Tempat pembelian karcis ini seperti ruangan kecil berjendela kaca yang terdapat lubang untuk berinteraksi antara penjaga karcis dan pembeli. Penjaga karcis yang adalah wanita berusia sekitar 30 tahunan ini tersenyum ramah, 2 karcis 7000 rupiah, katanya. Karena saya tidak mengerti apa-apa tentang busway dan seluk beluk kota Jakarta saya bertanya apa benar Busway disini melewati Kebon Jeruk, dan dia memastikan ya dengan nada sangat sopan dan ramah. Untuk dapat memasuki halte, setelah membeli tiket (Single Trip) biasanya calon penumpang harus memasukkan tiket ke mesin pemeriksa tiket (atau biasa disebut barrier), setelah itu secara otomatis pintu palang tiga di barrier dapat berputar dan dilewati calon penumpang.
Sambil menunggu Busway saya melihat sekeliling, simple dan bersih, ditambah lagi para pegawai busway di halte tersebut yang sangat ramah dan murah senyum
Wow kesan yang cukup baik untuk pengalaman pertama saya di halte Busway.
Dalam waktu singkat, Busway pun datang, pintu Busway terbuka kami disambut oleh seorang kondektur bertubuh tegap dan berbaju rapi dari dalam busway. Happp saya dan adik saya pun naik kedalam Busway kami bebas memilih tempat duduk. kebetulan penumpang yang hendak naik tidak terlalu banyak. Kami pun memilih duduk didekat sopir agar mudah bertanya-tanya tentang daerah tujuan kami.
Ruangan di dalam Busway sangat nyaman walaupun tempat duduk tidak mengarah kedepan tetapi menyamping di sisi kiri dan kanan bus. Mungkin karena kursinya empuk dan ada batas perorangan maksudnya tidak lurus saja seperti papan. Selain itu juga adanya Air Conditioner (AC) yang menambah nyaman perjalanan saya pada pukul 1 siang tersebut.
Supir busway Transjakarta memang beda. Tampilannya cukup keren. Seragam celana hitam dan hem putih, lengkap dengan jas dan dasi, baik laki-laki maupun perempuan. Sang kondektur juga sangat ramah setiap ada penumpang masuk bus, ia menyambutnya dengan senyuman. Maka saya tidak sungkan sungkan untuk minta tolong diingatkan apabila sudah hampir sampai halte busway Kebon Jeruk.
Diluar perkiraan, ternyata sang kondektur bahkan menyebutkan apa nama halte setiap kali kami berhenti sesaat di setiap Busway, saya dan adik saya berpandang-pandangan lega karena kami berada di bus yang nyaman dan aman.
Itu diatas adalah pengalaman saya naek Busway jurusan Lebak Bulus-Harmoni, yang ternyata akhirnya menjadi rutinitas saya, adik dan teman teman saya pada setiap hari Sabtu dan Minggu setelah itu, karena ternyata kami cukup mujur bisa berkenalan akrab secara langsung dengan peserta ajang pencarian bakat di stasiun TV tersebut, bahkan beberapa kali ikut menemani mereka latihan. Selain itu juga kami mendapatkan banyak teman-teman baru dari berbagai latar belakang yang akhirnya kami terbentuk menjadi komunitas yang cukup solid.
Setelah beberapa kali naik Busway jurusan ini ternyata saya menyadari ternyata tidak semua kondektur melakukan hal yang sama yaitu menyebutkan apa nama halte tempat bus berhenti sejenak. Para penumpang yang belum hapal benar halte-halte pada koridor ini termasuk saya, harus menebak-nebak sudah dimanakah posisi perjalanan kami atau terkadang kami jadi harus mengintip-intip lewat jendela busway dengan mata mencari-cari tulisan nama halte yang tergantung didalam halte.
Terdapat beberapa halte yang dilalui Busway Lebak bulus- Harmoni diantaranya halte Lebak Bulus, Pondok Pinang, Pondok Indah 1, Pondok Indah 2, Tanah Kusir Kodim, Kebayoran Lama Bungur, Pasar Kebayoran Lama, Simprug, Permata Hijau, Permata Hijau RS Medika, Pos Pengumben, Kelapa Dua Sasak, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Kedoya Assiddiqiyah, Kedoya Green Garden, Grogol 2, Tomang Taman Anggrek, Tomang Mandala, RS Tarakan, Petojo, Harmoni.
Saya juga sempat ke Kemayoran menghadiri Acara Grand final acara tersebut, dan tentunya lagi-lagi dengan menumpang busway sahabat kami beberapa bulan terakhir.
Untuk mencapai Kemayoran saya harus naik Busway sampai ke Harmoni setelah itu sampai di Harmoni saya dan rombongan harus menyambung dengan Busway jurusan lain yang ke arah Kemayoran, disini kami agak bingung. Kami mencari loket penjualan karcis berniat untuk beli karcis Busway yang harus kami tumpangi selanjutnya. Dengan ramah penjaga loket berkata kami tidak perlu beli karcis lagi kalo hanya numpang transit cukup dengan karcis sebelumnya kami bisa memilih naik busway jurusan mana saja. Aheeee seperti orang udik kami senyum senyum sendiri meninggalkan loket. hahaha
Nah terbukti, itu artinya Trans Jakarta merupakan sarana transportasi yang sangat murah. Kita dapat berkeliling Jakarta. Bahkan kalau anda gak ada kerjaan akhir pekan, boleh mencoba rute Lebak Bulus – Harmoni – Kota – Harmoni – Pasar Baru – Harmoni – Blok M – Harmoni – Senen – Ancol – Senen – Harmoni – Kalideres– Harmoni – Dukuh Atas – Pulo Gadung biayanya cukup dengan Rp.3.500,00 saja karena bila transit di satu shelter, dan hendak pindah ke Busway koridor lain tidak perlu bayar lagi. Bukan Cuma itu dari pukul 05.00-07.00 harga karcis hanya Rp.2.000,00. Bayangkan berapa biaya taksi yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut bisa ratusan ribu rupiah, atau misal naik angkutan umum lain harus berapa kali repot pindah angkutan dan ongkosnya pasti tetap jauh lebih mahal.
Kebingungan berlanjut mau naek busway jurusan manakah kami selanjutnya untuk mencapai Mall Kemayoran tempat diadakannya acara Grandfinal acara tersebut. Halte alias shelter di Harmoni begitu ramai dan sangat luas terdapat banyak pintu halte yang mengarah ke kiri maupun kekanan dengan berbagai tulisan disisinya, ada Blok M, Pasar Baru, Dukuh Atas, Pulo Gadung, Kota, Kalideres, Senen. Kami kembali bertanya sama mas-mas di shelter, bis mana yang nyambung ke arah Kemayoran, dan dia menunjuk kanan belakang untuk tempat gw mesti menunggu. Karena kami masi keliatan bingung salah satu dari mas-mas shelter pun mengantarkan kami. Betapa baiknya pelayanan para pegawai busway, belum lagi penampilan mereka yang semua yang cukup goodlooking dan cukup keren dengan seragamnya.
Saya juga mengamati jembatan untuk menuju ke halte Busway. Adanya fasilitas ramp ternyata cukup membantu, terutama bagi penyandang cacat. Desain yang sangat memperhatikan pengguna batin saya.Namun demikian, terkaadng yang saya tidak mengerti ada jembatan yang dibuat sangat panjang dan cukup melelahkan untuk akhirnya sampai ke halte.
Itulah pengalaman-pengalaman saya yang cukup menyenangkan selama sekian kali naik busway, kalo lebih teratur atau sepi memang cukup nyaman dan aman, ngga ada pengamen, kalo pencopet? ngga tahu juga yaa :-p
Selain itu juga naik Busway cukup cepat, hanya berhenti di lampu merah dan seperti yang kita tau Busway ini memiliki jalur tersendiri jadi tinggal wus wus wus gak ikutan macet seperti kendaraan disampingnya. Yah walaupun di beberapa titik terjadi juga hambatan akibat ada pengendara lain yang bandel masuk ke jalur Busway
Walaupun demikian saya juga mencoba menyoroti beberapa Kekurangan misalnya Kurang teratur, baik petugas maupun pengguna, mestinya orang yang turun didahulukan dan disediakan jalur tengah, sedangkan yang akan naik jalur kiri dan kanan serong dan harus menunggu setelah orang selesai turun. petugas harus menghitung kapasitas ideal 1 bis, jangan di paksakan.
Arus antrian turun dan naik untuk MRT Singapore : xx = orang turun terlebih dahulu, yy = orang naik setelahnya.
___|xx|___
___|xx|___
yy\ ___/yy
yy_____ yy
Selanjutnya saya tidak tau ini masalah kurangnya armada Busway atau bagaimana tetapi pada jam jam padat seperti jam pulang kantor yaitu pukul 17.00 – 19.00 sore, Busway benar benar penuh sesak dan saya juga beberapa kali berdiri dengan pegangan tangan atas yang cukup bagus namun agak cukup tinggi untuk ukuran saya mungkin, hehe
Seperti yang telah saya tulis diatas salah satu kekurangan Kadal Raksasa ini, tidak semua busway ada petunjuk posisi kita sedang di halte mana dan rute semua jalur buswa, kalo turis ingin memanfaatkan busway gimana donk? nanya ama petugas?
Namun memang ada juga Busway yang dilengkapi fasilitas speaker otomatis yang memberitahukan penumpang dimana posisi saat busway tersebut berhenti di setiap halte, wah asyik kalo semua busway dilengkapi speaker seperti itu, misalnya Busway Harmoni ke arah Kemayoran.
Wah, ternyata disamping berbagai kelebihan dari pelayanan masih yang harus dibenahi dari fasilitas transportasi kebanggaan Jakarta ini. Bukan aja yang di koridor 8, tapi keseluruhannya deh. Masalah armada, sterilisasi jalur, kenyamanan pengguna, fasilitas fisik pendukung dan banyak lagi lah. Kalo masalah pelayanan secara manusia atau pegawai sudah cukup baik saya rasa. Semoga saja lebih ditingkatkan Aminn..
Minggu, 21 November 2010
Penyelewengan Etika Profesi Akuntan Publik
Kasus 1
Akuntan yang menerima fee besar diluar nilai yang telah disebutkan dalam kontrak sehingga mengurangi independensinya dalam memberi opini
Akuntan publik merupakan profesi yang dapat memberikan jasa audit atas laporan keuangan yang dibuat manajemen. Melalui pemberian jasa audit ini akuntan publik dapat membantu manajemen maupun pihak luar sebagai pemakai laporan keuangan untuk menentukan secara obyektif dapat dipercaya tidaknya laporan keuangan perusahaan. Profesi akuntan publik juga dapat mempengaruhi pihak luar perusahaan dalam mengambil keputusan untuk menilai dipercaya tidaknya laporan keuangan yang dibuat manajemen, sehingga akuntan publik merupakan suatu profesi kepercayaan masyarakat. Atas dasar kepercayaan masyarakat, maka akuntan publik dituntut harus tidak boleh memihak kepada siapapun (independen), harus bersifat obyektif, dan jujur.
Dewan Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) IAI melalui SPAP (2001:220.10) menyatakan bahwa:
“Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum (dibedakan didalam hal ia berpraktik sebaga auditor intern). Dengan demikian, ia tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun sebab bagaimanapun sempurnanya keahlian teknis yang ia miliki, ia akan kehilangan sikap tidak memihak, yang justru sangat penting untuk mempertahankan kebebasan pendapatnya.”
Kode Etik Akuntan Indonesia BAB IV pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa:
“Setiap anggota profesi harus mempertahankan sikap independent. Ia harus bebas dari semua kepentingan yang bisa dipandang sesuai dengan integritas dan objektivitasnya. Tanpa tergantung efek kebenarannya dari kepentingan itu.”
Independensi merupakan sikap yang tidak mudah dipengaruhi oleh pihak manapun dan juga tidak memihak kepentingan siapapun. Untuk diakui sebagai seorang yang bersikap independen, akuntan publik harus bebas dari setiap interfensi pimpinan dan pemilik perusahaan. Akuntan publik juga tidak hanya bersifat obyektif dan tidak memihak tetapi harus pula mengindari keadaan-keadaan yang menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat atas sikapnya. Hal ini bertujuan agar akuntan publik dapat memberikan opini yang obyektif dan jujur atas laporan keuangan klien. Sehingga tidak menyesatkan pemakai laporan keuangan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa independensi sangat penting bagi profesi akuntan publik:
1. Merupakan dasar bagi akuntan untuk merumuskan dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diperika. Apabila akuntan publik tetap memelihara independensi selama melaksanakan pemeriksaan, maka laporan keuangan yang telah diperiksa tersebut akan menambah kredibilitasnya dan dapat diandalkan bagi pihak yang berkepentingan.
2. Karena profesi akuntan publik merupakan profesi yang memegang kepercayaaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat akan menurun jika terdapat bukti bahwa independensi sikap auditor ternyata berkurang dalam menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan manajemen.
Independensi akuntan publik akan diragukan apabila ia menerima fee selain yang telah ditentukan di dalam kontrak kerja, adanya fee bersyarat dan menerima fee yang jumlahnya besar dari seorang klien yang diaudit. Hal ini dapat mengurangi kredibilitas sebagai akuntan publik. Dalam Rule 302-Contigency fees, code of professional Ethics AICPA melarang pemberian jasa dengan fee bersyarat.
Dalam rapat komisi Kode Etik Akuntan Indonesia tahun 1990 telah mempertegas bahwa imbalan yang diterima selain fee dalam kontrak dan fee bersyarat tidak boleh diterapkan dalam pemeriksaan. Kode etik tersebut menjelaskan:
Dalam melaksanakan penugasan pemeriksaan laporan keuangan, dilarang menerima imbalan lain selain honorarium untuk penugasan yang bersangkutan. Honorarium tersebut tidak boleh tergantung pada manfaat yang akan diperoleh kliennya (Kode Etik IAI,1990 pasal 6, butir 5).
Pihak-pihak yang meragukan independensi akuntan publik yang menerima fee diluar yang telah disebutkan dalam kontrak beralasan bahwa:
1. Kantor akuntan yang menerima audit fee besar merasa bergantung pada klien, meskipun pendapat klien mungkin tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum atau mengakibatkan akuntan pemeriksa tidak dapat melaksanakan norma pemeriksaan akuntan secukupnya.
2. Kantor akuntan yang menerima audit fee besar dari seorang klien takut kehilangan klien tersebut karena akan kehilangan sebagian besar pendapatannya sehingga kantor akuntan tersebut cenderung tidak independen.
3. Kantor akuntan cenderung memberikan “Counterpart fee” yang besar kepada salah satu atau beberapa pejabat kunci klien yang diaudit, meskipun tindakan ini cenderung menimbulkan hubungan yang tidak independen dengan kliennya (Supriyono, 1988:60).
Kasus 2
Auditor memperoleh kontrak untuk mengawasi kantor klien, menandatangani bukti kas keluar untuk pembayaran dan menyusun laporan operasional berkala, sedangkan pada saat yang bersamaan dia juga melakukan penugasan audit atas laporan keuangan klien tersebut
Seorang auditor yang mengaudit perusahaan dan ia juga memberi jasa lain selain jasa audit kepada perusahaan yang diauditnya tersebut, meskipun ia telah melakukan keahliannya dengan jujur, namun sulit untuk mengharapkan masyarakat mempercayainya sebagai orang yang independen. Masyarakat akan menduga bahwa kesimpulan dan langkah yang diambil oleh auditor independen selama auditnya dipengaruhi oleh kedudukannya di perusahaan tersebut. Demikian juga halnya, seorang auditor yang mempunyai kepentingan keuangan yang cukup besar dalam perusahaan yang diauditnya, mungkin ia benar-benar tidak memihak dalam menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan tersebut. Namun bagaimanapun juga masyarakat tidak akan percaya, bahwa ia bersikap jujur dan tidak memihak. Auditor independen tidak hanya berkewajiban mempertahankan fakta bahwa ia independen, namun ia harus pula menghindari keadaan yang dapat menyebabkan pihak luar meragukan sikap independennya.
Standar Profesi Akuntan Publik mengatur secara khusus mengenai independensi akuntan publik dalam standard umum kedua (SA.220) yang berbunyi:
“Dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.”
Pemberian jasa lain selain jasa audit kemungkinan dapat berakibat akuntan publik kehilangan independensinya. Hal ini mungkin disebabkan beberapa alasan sebagai berikut:
1. Kantor akuntan yang memberikan saran-saran kepada klien cenderung memihak kepada klien cenderung memihak pada kepentingan kliennya sehingga dapat kehilangan independensi di dalam melaksanakan pekerjaan audit.
2. Kantor akuntan merasa bahwa dengan pemberian jasa selain jasa audit tersebut, harga dirinya dipertaruhkan untuk keberhasilan kliennya, sehingga cenderung tidak independen di dalam melaksanakan audit.
3. Pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mengharuskan kantor akuntan membuat keputusan tertentu untuk kliennya sehingga posisi akuntan publik menjadi tidak independen dalam melaksanakan jasa audit.
4. Kantor akuntan yang melaksanakan pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mempunyai hubungan yang sangat erat dengan manajemen klien sehingga kemungkinan kurang independen di dalam melaksanakan audit.
Akuntan yang menerima fee besar diluar nilai yang telah disebutkan dalam kontrak sehingga mengurangi independensinya dalam memberi opini
Akuntan publik merupakan profesi yang dapat memberikan jasa audit atas laporan keuangan yang dibuat manajemen. Melalui pemberian jasa audit ini akuntan publik dapat membantu manajemen maupun pihak luar sebagai pemakai laporan keuangan untuk menentukan secara obyektif dapat dipercaya tidaknya laporan keuangan perusahaan. Profesi akuntan publik juga dapat mempengaruhi pihak luar perusahaan dalam mengambil keputusan untuk menilai dipercaya tidaknya laporan keuangan yang dibuat manajemen, sehingga akuntan publik merupakan suatu profesi kepercayaan masyarakat. Atas dasar kepercayaan masyarakat, maka akuntan publik dituntut harus tidak boleh memihak kepada siapapun (independen), harus bersifat obyektif, dan jujur.
Dewan Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) IAI melalui SPAP (2001:220.10) menyatakan bahwa:
“Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum (dibedakan didalam hal ia berpraktik sebaga auditor intern). Dengan demikian, ia tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun sebab bagaimanapun sempurnanya keahlian teknis yang ia miliki, ia akan kehilangan sikap tidak memihak, yang justru sangat penting untuk mempertahankan kebebasan pendapatnya.”
Kode Etik Akuntan Indonesia BAB IV pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa:
“Setiap anggota profesi harus mempertahankan sikap independent. Ia harus bebas dari semua kepentingan yang bisa dipandang sesuai dengan integritas dan objektivitasnya. Tanpa tergantung efek kebenarannya dari kepentingan itu.”
Independensi merupakan sikap yang tidak mudah dipengaruhi oleh pihak manapun dan juga tidak memihak kepentingan siapapun. Untuk diakui sebagai seorang yang bersikap independen, akuntan publik harus bebas dari setiap interfensi pimpinan dan pemilik perusahaan. Akuntan publik juga tidak hanya bersifat obyektif dan tidak memihak tetapi harus pula mengindari keadaan-keadaan yang menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat atas sikapnya. Hal ini bertujuan agar akuntan publik dapat memberikan opini yang obyektif dan jujur atas laporan keuangan klien. Sehingga tidak menyesatkan pemakai laporan keuangan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa independensi sangat penting bagi profesi akuntan publik:
1. Merupakan dasar bagi akuntan untuk merumuskan dan menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diperika. Apabila akuntan publik tetap memelihara independensi selama melaksanakan pemeriksaan, maka laporan keuangan yang telah diperiksa tersebut akan menambah kredibilitasnya dan dapat diandalkan bagi pihak yang berkepentingan.
2. Karena profesi akuntan publik merupakan profesi yang memegang kepercayaaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat akan menurun jika terdapat bukti bahwa independensi sikap auditor ternyata berkurang dalam menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan manajemen.
Independensi akuntan publik akan diragukan apabila ia menerima fee selain yang telah ditentukan di dalam kontrak kerja, adanya fee bersyarat dan menerima fee yang jumlahnya besar dari seorang klien yang diaudit. Hal ini dapat mengurangi kredibilitas sebagai akuntan publik. Dalam Rule 302-Contigency fees, code of professional Ethics AICPA melarang pemberian jasa dengan fee bersyarat.
Dalam rapat komisi Kode Etik Akuntan Indonesia tahun 1990 telah mempertegas bahwa imbalan yang diterima selain fee dalam kontrak dan fee bersyarat tidak boleh diterapkan dalam pemeriksaan. Kode etik tersebut menjelaskan:
Dalam melaksanakan penugasan pemeriksaan laporan keuangan, dilarang menerima imbalan lain selain honorarium untuk penugasan yang bersangkutan. Honorarium tersebut tidak boleh tergantung pada manfaat yang akan diperoleh kliennya (Kode Etik IAI,1990 pasal 6, butir 5).
Pihak-pihak yang meragukan independensi akuntan publik yang menerima fee diluar yang telah disebutkan dalam kontrak beralasan bahwa:
1. Kantor akuntan yang menerima audit fee besar merasa bergantung pada klien, meskipun pendapat klien mungkin tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum atau mengakibatkan akuntan pemeriksa tidak dapat melaksanakan norma pemeriksaan akuntan secukupnya.
2. Kantor akuntan yang menerima audit fee besar dari seorang klien takut kehilangan klien tersebut karena akan kehilangan sebagian besar pendapatannya sehingga kantor akuntan tersebut cenderung tidak independen.
3. Kantor akuntan cenderung memberikan “Counterpart fee” yang besar kepada salah satu atau beberapa pejabat kunci klien yang diaudit, meskipun tindakan ini cenderung menimbulkan hubungan yang tidak independen dengan kliennya (Supriyono, 1988:60).
Kasus 2
Auditor memperoleh kontrak untuk mengawasi kantor klien, menandatangani bukti kas keluar untuk pembayaran dan menyusun laporan operasional berkala, sedangkan pada saat yang bersamaan dia juga melakukan penugasan audit atas laporan keuangan klien tersebut
Seorang auditor yang mengaudit perusahaan dan ia juga memberi jasa lain selain jasa audit kepada perusahaan yang diauditnya tersebut, meskipun ia telah melakukan keahliannya dengan jujur, namun sulit untuk mengharapkan masyarakat mempercayainya sebagai orang yang independen. Masyarakat akan menduga bahwa kesimpulan dan langkah yang diambil oleh auditor independen selama auditnya dipengaruhi oleh kedudukannya di perusahaan tersebut. Demikian juga halnya, seorang auditor yang mempunyai kepentingan keuangan yang cukup besar dalam perusahaan yang diauditnya, mungkin ia benar-benar tidak memihak dalam menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan tersebut. Namun bagaimanapun juga masyarakat tidak akan percaya, bahwa ia bersikap jujur dan tidak memihak. Auditor independen tidak hanya berkewajiban mempertahankan fakta bahwa ia independen, namun ia harus pula menghindari keadaan yang dapat menyebabkan pihak luar meragukan sikap independennya.
Standar Profesi Akuntan Publik mengatur secara khusus mengenai independensi akuntan publik dalam standard umum kedua (SA.220) yang berbunyi:
“Dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.”
Pemberian jasa lain selain jasa audit kemungkinan dapat berakibat akuntan publik kehilangan independensinya. Hal ini mungkin disebabkan beberapa alasan sebagai berikut:
1. Kantor akuntan yang memberikan saran-saran kepada klien cenderung memihak kepada klien cenderung memihak pada kepentingan kliennya sehingga dapat kehilangan independensi di dalam melaksanakan pekerjaan audit.
2. Kantor akuntan merasa bahwa dengan pemberian jasa selain jasa audit tersebut, harga dirinya dipertaruhkan untuk keberhasilan kliennya, sehingga cenderung tidak independen di dalam melaksanakan audit.
3. Pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mengharuskan kantor akuntan membuat keputusan tertentu untuk kliennya sehingga posisi akuntan publik menjadi tidak independen dalam melaksanakan jasa audit.
4. Kantor akuntan yang melaksanakan pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mempunyai hubungan yang sangat erat dengan manajemen klien sehingga kemungkinan kurang independen di dalam melaksanakan audit.
Langganan:
Postingan (Atom)









